Jumat, 10 Maret 2017

WAWANCARA BIDAN

WAWANCARA BIDAN



 Kelompok 3 :
                                    Serly Anjelina                        (16140175)
                                    Yustri Astri Delita                 (16140235)
                                    Hukmi Diniati                       (16140236)
                                    Notin Lolita                          (16140148)
                                    Alvionita                                (16150145)
                                    Erika Nur Fitriana                (16140215)
                                    Rahmiza Lestari                    (16140226)
                                    Yunita Santi Lalo                  (16140216)
                                    Yensi ayu. K                          (15150168)
                                    Ria Abdah Sari                     (16140207)

                                    Dosen Pengampu        : Ian Rossalia Pradita Puteri, SST, M.Kes
                                    Narasumber               : Mey Muhartati, S.Si,T,M.Kes


Narasumber : Bidan  Mey Muhartati, S.Si,T,M.Kes
1.      Observasi : Observasi bidan saat menerima pasien (senyum, sopan, santun, salam, sapa) atau apabila tidak ada pasien selama kunjungan dapat dilihat dari bidan saat menerima mahasiswa saat mengambil data.
Hasil observasi : Bidan Mey teruji bersikap ramah (senyum, sopan, santun, salam, sapa) terhadap mahasiswa saat mengambil data dan ibu bidan menerima kami dengan baik. Pada saat kami selesai mewawancara dan mengobservasi di kliniknya kami berpamitan kemudian kami photo bersama bu Bidan Mey.  Kamipun mengucapkan Terima Kasih atas waktu yang telah diberikan untuk melakukan wawancara.
2.      Wawancara : Ibu boleh cerita kepada kami mengenai pengalaman ibu bidan sebagai bidan professional saat menghadapi kepanikan keluarga pasien yang baru pertama kali mengantarkan pasien melahirkan ?
Bidan Mey : Memberikan penjelasan akan keadaan pasien, berusaha menenangkan keluarga pasien dengan memberikan penjelasan tentang hasil pemeriksaan. Menjelaskan tanda-tanda persalinan yang normal. Menyampaikan bahwa pasien dalam keadaan normal jelaskan kepada keluarga dan pasien bahwa sakitnya itu adalah proses persalinan dimana kontraksi itu untuk membuka jalan lahir yang pasti di alami semua ibu yang akan melahirkan.  Supaya keluarga pasien tidak perlu panik selama keadaan pasien dalam keadaan normal. Membantu pasien dalam mengatasi rasa sakit dan nyeri dengan rileks tarik napas dengan santai. Serta menganjurkan suami dan keluarga untuk mendampingi pasien sebagai bentuk support untuk pasien.
3.      Wawancara : Bu, besok kalau kami sudah menjadi bidan, apa tips yang paling pokok supaya kami bisa menjadi seorang pendamping wanita yang baik dalam hal kesehatan?
Bidan Mey : Menjadi seorang bidan harus pintar  menjalin kepercayaan pasien, Bidan dalam menjadi pendamping wanita tidak hanya waktu bersalin tetapi dari masa remaja pun bidan harus mendampingi, misalnya pemberitahuan masa remaja, masa hamil, masa melahirkan, masa nifas, masa menyusui. Bidan sudah mempunyai tugas untuk mendampingi wanita dengan memberikan Asuhan kebidanan supaya pasien bisa menjalankan tugasnya sebagai wanita dan sebagai seorang ibu.
4.      Wawancara : Bu, bagaimana cara supaya kami besok ketika sudah menjadi bidan dapat mendukung peran orang tua?
Bidan Mey :Ibu bidan menyatakan bahwa seorang bidan harus mendukung peran orang tua. Bidan Mey juga menyampaikan bahwa salah satu cara untuk mendukung peran orang tua yaitu melalui edukasi. Misalnya, pada ibu yang baru pertama kali melahirkan, maka  ibu tersebut wajib dikasih tahu mengenai cara asuh terhadap bayi agar bayi tetap terjaga kesehatannya.Di dalam menjalankan perannya, bidan juga memiliki keyakinan yang di jadikan panduan dalam memberikan asuhan. Bidan juga harus mampu memberikan keyakinan kepada seorang ibu agar dapat menjalankan perannya sebagai ibu yang baik bagi bayinya.Peran orang tua sangat penting untuk pertumbuhan bayi karena pertumbuhan bayi juga tergantung dari bagaimana sudut pandang seorang ibu dalam menjalankan perannya.
5.      Wawancara : Mengobservasi adanya poster di sekitar tempat praktik tersebut.
Bidan Mey: setiap ruangan yang kami observasi terdapat banyak poster di tempat praktik ibu bidan Mey, di depan kliniknya saja sudah terdapat banyak poster mengenai kesehatan ibu hamil,posisi ibu dalam persalinan,perkembangan-perkembangan janin,senam ibu hamil,KB, asuhan bayi dan balita
6.      Wawancara : :”bu, untuk contoh pendidikan kesehatan ke pasien itu seperti apa yang sering ibu berikan ke pasien?”
Bidan Mey: Pendidikan yang di berikan harus sesuai dengan kasus.Bisa tentang kebersihan personal hygine,lingkungan,gizi,nutrisi dan semua kebutuhan ibu yang harus di penuhi serta memberikan edukasi terhadap suami tentang peran suami terhadap istri,dan memberikan pengetahuan kepada ibu tentang merawat bayi,menjaga kebersihan reproduksi,kebutuhan KB,dan mengetahui tanda-tanda bahaya sesuai kasus.
7.      Wawancara : Mengobservasi di sekeliling ruang praktik apakah ada poster tentang pencegahan infeksi.?
Bidan Mey: Terdapat poster cara mencuci tangan efektiv.
8.      Wawancara :”ibu, kasus-kasus yang seperti apa yang pernah ibu konsultasikan ke tenaga kesehatan lain?”
Bidan Mey : Seperti kolaborasi,contohnya kalau ibu hamil kita melakukan kolaborasi untuk USG standar trimester 1,2,3 1X tapi kita tawarkan dengan pasien karena USG membutuhkan biaya atau bila ada kecurigaan yang kita tidak bisa deteksi pemeriksaan dari luar biasanya harus membutuhkan kesehatan lain.
9.      Wawancara :”ibu, boleh berbagi pengalaman kasus yang pernah ibu kolaborasikan dengan tenaga kesehatan yang lain?”
Bidan Mey : rujukan kasus,misalkan pada waktu ibu hamil mengalami  hipertensi,preklamsi,atau masalah kesehatan yang lain,yang di luar kewenangan bidan maka harus di kolaborasikan.
10.  Wawancara :”bu, bagimana pengalaman ibu saat menghadapi kasus gawat darurat ?”
Bidan Mey : kita tidak perlu panik (harus tenang) karena pada saat gawat darurat pasien sudah panik.Kita harus bergerak cepat sehingga pengetahuan dan keterampilan itu wajib kita kuasai sehingga langkah-langkah yang kita lakukan harus beratura (sesuai).Dalam pikiran kita harus tersusun dengan menegakkan diagnosa.Dan peralinan harus mempunyai asisten tidak boleh sendidri sehingga kita bisa meminta bantuan dan pasien cepat teratasi.
11.   Wawancara: Mengobservasi adanya rekam medik (status pasien/buku register), Surat Ijin Praktik Bidan?”
Bidan Mey : Terdapat rekam medik yang di letakkan pada klinik bagian depan (teras) yang tersusun rapi sesuai. status pasien, buku register dan ada surat ijin praktek bidan yang terletak di ruang tunggu pasien.
12.   Wawancara : “bu, apakah ibu di bantu oleh bidan yang lain ? Ada berapa bu?”
Bidan Mey : Bidan Mey di bantu oleh 4 asisten.
13.  Wawancara : “Mengobservasi kerapian bidan (penampilan) dan saat bidan berkomunikasi dengan orang lain (sopan santun, keramahan, tata krama)?”
Bidan Mey : Bidan Mey berpenampilan baik, sopan dan santun kepada kami disaat kami mewawancarai dan mengobservasi beliau, saat berkomunikasi dengan kami bidan Mey berbahasa yang santun dan ramah
Hasil observasi di lapangan:
Bidan Istri dalam menerima mahasiswa saat mengisisi data di tempat prakteknya menjalankan karakteristik bidan yaitu ramah dan tamah (senyum, sapa, santun salam, sopan). Dan disaat berkomunikasi dengan kami beliau menggunakan bahasa yang santun dan mudah dimengerti. Hal ini sesuai dengan karakteristik seorang bidan.
14.  Wawancara: “ Bu, bagaiman dengan jenjang pendidikan yang ibu tempuh?”
Bidan Mey : TK,SD,SMP,SMA berjalan lancar (sesuai),sekolah perawat kesehatan tahun 1975, lalu beliau kerja selama 2 tahun,di lanjutkan D-1 sekolah kebidanan selama 2 tahun,D-3 pada tahun 2003-2006 dan D-1V pada tahun 2006-2007 di Universitas Respati Yogyakarta dan pada tahun 2010-2012 beliau melanjudkan S-2 di UNS.
15.  Wawancara: “Sebelum kerja disini, ibu dulu pernah bekerja dimana bu ? “
Bidan Mey : dulu pada saat sekolah perawat di RS.BETHESDA sudah mulai bekerja selama 2 tahun,lalu pada saat SK turun pada April tahun 1992,dan bekerja sebagai PNS di puskesmas prambanan 1,kemudian bekerja sebagai PNS  di puskesmas prambanan 2 pada tahun 2000 dan kemudian pensiun pada tahun 2012,dan setelah pensiun beliau mengajar sebagai dosen di stikes Aisyah sampai sekarang.
16.  Wawancara: “pelayanan kesehatan apa saja yang dapat dilayani disini bu ?”
Bidan Mey : pelayanan kesehatan yang ada di BPM ini seperti : KIA, KB, kesehatan reproduksi di mulai siklus hidup perempuan, rencana pernikahan, hamil, bersalin, nifas, BBL, imunisasi, persalinan normal, pijat bayi, IVA dan PAP SMEAR, tes HB, dan tes kehamilan.
17.  Observasi : Mengobservasi cuci tangan efektif pra dan pasca tindakan.
Hasil observasi : Karena saat kunjungan belum ada pasien yang berobat, maka kami mengobserasinya disaat beliau mencuci tangan sebelum mengambil peralatan. Bidan Mey mencuci tangan dengan efektif dan benar disaat beliau mencuci tangan sebelum memegang peralatan.
18.  Wawancara: “ bu, untuk sistem sterilisasi di tempat ini bagaimana ya bu ?”
Bidan Mey : Bidan Mey menggunakan sterilisator,autoklaf dan langsang.
19.   Wawancara: “bagaimana pengelolaan sampah medis dan non medisnya?”
Bidan Mey : Sampah di bedakan sampah umum,sampah medis,dan sampah tajam.Pembuangan sampah non kontaminasi itu di tempat sampah umum,dan sampah medis bekerja sama dengan Dini Melani,Condong Catur,dan Dini melani telah bekerja sama dengan PT.Ara dan PT.Ara inilah tempat pengelolaan sampah medis.
20.  Observasi : Mengobservasi kebersihan lingkungan setempat
Hasil observasi : kebersihan lingkungan tempat praktik bidan Mey  terjaga, saat mengobservasi kami tidak melihat adanya sampah disekitar tempat prakteknya.
21.  Observasi : Mengobservasi adanya surat ijin praktek bidan.
Hasil observasi di lapangan :
Terdapat surat ijin praktik bidan dan terdapat di dinding.
22.  Wawancara: “bu, disini pelayanan kesehatan apa saja yang diberikan pada balita?”
Bidan Mey : Pemeriksaan tumbuh kembang, imunisasi, MTBM/MTBS (manajemen terpadu bayi muda dan manajemen terpada balita sakit),dan pijat bayi.
23.  Wawancara: “untuk pelayanan kesehatan pada remaja yang pernah diberikan di tempat ini
Bidan Mey : Pendidikan kesehatan reproduksi remaj,persiapan pernikahan,cara mengatasi menarche,disminore,dan penyakit menular seksual.
24.   Wawancara: “dalam bentuk apa bu pelayanan kesehatan bagi wanita hamil yang diberikan disini ?”
Bidan Mey :Pemeriksaan imunisasi, pemeriksaan HB, pemeriksaan kehamilan, pemeriksaan HbsAg, HIV,dan senam hamil.
25.   Wawancara: “dalam bentuk apa bu pelayanan kesehatan bagi wanita melahirkan yang diberikan disini ?”
Bidan Mey :“kalau melahirkan ya asuhan persalinan normal,tapi kalo ada masalah tetap di kolaborasikan, asuhan nomal mulai dari mengkaji, mendiagnosa, membuat perencanaan, melaksanakan, mengevaluasi.”
26.  Wawancara: “dalam bentuk apa bu pelayanan kesehatan bagi wanita nifas yang diberikan disini ?”
Bidan Mey :Melakukan konseling,cara menyusui yang baik dan benar,cara merawat payudara,mengatasi masalah payudara,memeriksa kembali pemulihan alat reproduksi,memeriksa keadaan genital dan kebersihannya,memeriksa keadaan jahitan,memeriksa adanya infeksi atau tidak,memberikan pelayanan KB,memberkan pendidikan tentang ibadah,aqiqah,memberi nama yang baik dan  sebagainya.
27.   Wawancara: “dalam bentuk apa bu pelayanan kesehatan bagi wanita menyusui yang diberikan disini ?”
                  Bidan Mey : “tata cara menyusui yang baik dan benar,merawat payudara dan mengatasi masalah payudara.
28.  Wawancara: “dalam bentuk apa bu, pelayanan kesehatan bagi wanita lanjut usia yang pernah diberikan disini “
 Bidan Mey : “Menjelaskan tanda-tanda Pra-menapause,hal-hal yang mungkin terjadi setelah menapause,memberikan pendidikan kesehatan secara periotik tentang diabetes,kolestrol dan sebagainya,IVA dan pap smear dan mendeteksi secara dini kanker rahim dan senam lansia
29.  Observasi : Mengobservasi adanya poster atau leaflet yang terkait (menghadapi kehamilan, menghadapi persalinan, menyusui, menjadi ortu, kesehatan perempuan, keluarga berencana). Apabila tidak ada, dapat dintanyakan mengenai contoh promosi kesehata nyang biasa dilakukan.
Hasil observasi di lapangan :
Terdapat poster yang terkait dengan menghadapi kehamilan, menghadapi persalinan, menyusui, menjadi orang tua, kesehatan perempuan, keluarga berencana. Hal ini sesuai dengan upaya preventif, upaya promotif yang harus dimiliki oleh seorang bidan.
30.  Wawancara: “bu, boleh berbagi pengalaman ketika ibu menghadapi kasus patologis?”
Bidan Mey : Memberikan pertolongan pertama,baru setelah itu di rujuk ke pihak yang berwewenang sesuai kebutuhan pasien.
31.   Observasi : Mengobservasi adanya rekam medik dan silahkan dicermati dan tanyakan mana yang merupakan data subyektif, data obyektif, diagnosa, merumuskan masalah, kebutuhan, antisipasi, masalah potensial, mana kasus yang membutuhkan rujukan atau kolaborasi dan bagaimana penanganan awalnya.
Hasil observasi : ada, terdapat data subyektif, data obyektif, diagnosa, merumuskan masalah, kebutuhan, antisipasi, masalah potensial yang terpisah perindividu. Dan terdapat pula rekam medik mengenai kasus yang membutuhkan rujukan atau kolaborasi dan cara penanganan awalnya.
Hasil observasi di lapangan
Dari observasi lapangan yang dilakukan di tempat praktek bidan Mey terdapat data subyektif, data obyektif, diagnosa, merumuskan masalah, kebutuhan, antisipasi, masalah potensial. Dan terdapat pula rekam medik mengenai kasus yang membutuhkan rujukan atau kolaborasi dan cara penanganan awalnya. Hal ini bermaksud menciptakan catatan permanen tentang asuhan yang diberikan kepada pasien, memungkinkan berbagai informasi diantara para pemberi asuhan, memfasilitasi pemberian asuhan yang berkesinambungan, memungkinkan pengevaluasian dari asuhan yang diberikan, memberikan data untuk catatan nasional, riset dan statistik mortalitas/morbiditas, meningkatkan pemberian asuhan yang lebih aman dan bermutu tinggi kepada klien, ini semua sesuai dengan manfaat adanya pendokumentasian disetiap tindakan yang dilakukan oleh bidan.
32.  Wawancara: “apakah asuhan yang diberikan ke pasien selalu sesuai dengan yang direncanakan ? bagaimana pengalaman ibu dalam menghadapi pasien dan keluarga saat memberikan asuhan ?”
Bidan Mey :Rata-rata sesuai dengan apa yang di rencanakan,tetapi kadang-kadang tidak seperti sebelumnya kita menduga proses persalinan akan berjalan normal akan tetapi tiba-tiba muncul masalah di pertengahan seperti pendarahan,kontraksi uterus terhenti,ibu yang tidak mau mengejan,ibu stress dan kontraksi terhenti.dan penangan kegawat daruratan harus siap.
33.   Wawancara: “saat memberi pelayanan kesehatan kepada pasien, bagaimana cara ibu menjelaskan kepada pasien mengenai konsep sehat sakit ?”
Bidan Mey : Kesehatan itu tidak tidak hanya terbebas dari psikologis, spritual, fisiologis ,maupun budaya, akan tetapi juga mengenai fungsi-fungsi organ tubuh kita.
34.  Wawancara: “apakah pelayanan kesehatan di tempat ini mencakup keseluruhan baik pelayanan untuk ibu, keluarga maupun masyarakat ? boleh ibu berbagi pengalaman saat memberikan pelayanan kesehatan bagi keluarga dan masyarakat ?”
Bidan Mey : “ pasti. Untuk secara individu pasien datang kesini pelayanan individu. Untuk keluarga kadang kala kita melakukan kunjungan, kadang pasien yang sudah waktunya kontrol tapi tidak kontrol. Terus kalau keluarga yang datang mendamingi kita berikan pendidikan kesehatan. Untuk pelayanan masyarakat misalnya lewat sosialisasi terhadap masyarakat.
35.  Wawancara: “bu, boleh berbagi tips kepada kami supaya kami besok saat menjadi bidan dapat memberikan pelayanan yang aman dan memuaskan kepada pasien ?”
Bidan Mey : “Kalau kita besok menjadi bidan,kita harus mempunyai keterampilan, pengetahuan yang memadai, mengikuti pelatihan-pelatihan supaya kita menjadi percaya diri bahwa kita itu mampu dan mempunyai pengetahuan maupun keterampilan, memenuhi fasilitas untuk membuka praktik dan mengurus surat ijin praktik secara lengkap sesuai dengan kebijakan,menerima pasien dengan sebaik mungkin yaitu dengan senyum, salam, sapa, sopan, santun serta menjaga privasi pasien,menyiapkan diri, dan melakukan asuhan sesuai prosedur, menyampaikan hasil pemeriksaan, memberikan pengetahuan tentang kesehatan ibu, memberikan pelayanan sesuai dengan kasus.
36.    Observasi : Mengobservasi adanya form informed consent (persetujuan pasien)
Hasil observasi di lapangan :
Dari hasil observasi yang kami lakukan, terdapat banyak sekali form informed consent (persetujuan pasien) di tempat praktek bidan Istri Yuliani hal ini menunjukan bahwa Bidan Mey menghormati martabat manusia dan penentuan pilihan sendiri tidak memaksakan kehendak terhadap pasien, serta menghormati perbedaan budaya dan etnik. Form informed consent (persetujuan pasien) yang disimpan lengkap dengan tanda-tangan pasien untuk keakuratan persetujuan pasien tersebut.
37.  Wawancara: “bu, bagaimana ya prosedur atau standar (SOP) di tempat ini dalam hal memberikan pelayanan mandiri, kolaborasi dan rujukan ?”
Bidan Mey : “Pelayanan mandiri sesuai kewenangan dan di BPM ini memberikan tindakan sesuai kewenangan dan prosedur,untuk penangan kolaborasi dan rujukan juga sudah di tentukan.



  
  Hasil diskusi kelompok perbandingan dengan teori yang sudah diberikan dosen
            Dalam praktek lapangan wawancara dan observasi kepada Mey Muhartati di BPM pada tanggal 27 November 2016, kami menyimpulkan bahwa  Bidan Mey sesuai dengan standart profesi bidan, begitu juga dengan upaya Bidan di pelayanan kesehatan primer juga memenuhi standart profesi bidan, kode etik bidan, dan sesuai dengan kewenangan seorang bidan.Terlihat dari ibu Mey menyambut kami, cara dia berpakaian dengan rapi, sopan dan santun serta beliau berbahasa yang ramah.
             Pendidikan yang di tempuh dan pengalaman bekerja pun sesuai dengan profesinya sebagai bidan. Tindakan dan pelayanan yang duberikan juga sesuai dengan kewenangan bidan. Begitu juga dengan lingkungan sekitar tempat praktek terjaga bersih demi kenyamanan pasien saat mengunjungi tempat prakteknya. Ruang lingkup pelayanan yang dilakukan ditempat prakteknya pun bekerja dalam kemitraan dengan perempuan yang meliputi balita, remaja, wanita hamil, wanita melahirkan, wanita nifas, wanita menyusui dan wanita lanjut usia. Saat menghadapi kasus patologis, Bidan Mey juga menyesuaikan kewenangannya sebagai bidan, apabila bukan kewenangannya lagi maka beliau memindahkan asuhan ke pihak yang lebih berwenang.
            Manajemen kebidanan yang terdapat di tempat praktek Bidan Mey secara lengkap tersusun rapi yang menunjukan bahwa dalam melaksanakan tindakan Bidan Mey tetap berpegang teguh pada manajemen kebidanan. Model praktek kebidanan yang digunakan oleh bidan Mey mulai dari mandiri, kolaborasi dan rujukan sesuai dengan prosedur atau standar (SOP) dalam memberikan pelayanan.

KESEIMBANGAN ASAM DAN BASA

RESUME
KDK II
“KESEIMBANGAN ASAM DAN BASA”






Disusun Oleh :

                                                      Nama  : Serly Anjelina
                                                   NIM    : 16140175
`                                                  Kelas  : B.13.2




PRODI DIV BIDAN PENDIDIK
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA
TAHUN AJARAN 2016/2017




Keseimbangan Asam Basa

MATERI 1

Derajat keasaman merupakan suatu sifat kimia yang penting dari darah dan cairan tubuh lainnya.
Satuan derajat keasaman adalah pH:
1. pH 7,0 adalah netral
2. pH diatas 7,0 adalah basa (alkali)
3. pH dibawah 7,0 adalah asam.
Suatu asam kuat memiliki pH yang sangat rendah (hampir 1,0); sedangkan suatu basa kuat memiliki pH yang sangat tinggi (diatas 14,0). Darah memiliki ph antara 7,35-7,45. Keseimbangan asam-basa darah dikendalikan secara seksama, karena perubahan pH yang sangat kecil pun dapat memberikan efek yang serius terhadap beberapa organ.
Tubuh menggunakan 3 mekanisme untuk mengendalikan keseimbangan asam-basa darah:
1. Kelebihan asam akan dibuang oleh ginjal, sebagian besar dalam bentuk amonia.Ginjal memiliki kemampuan untuk mengatur jumlah asam atau basa yang dibuang, yang biasanya berlangsung selama beberapa hari.
2. Tubuh menggunakan penyangga pH (buffer) dalam darah sebagai pelindung terhadap perubahan yang terjadi secara tiba-tiba dalam pH darah. Suatu penyangga ph bekerja secara kimiawi untuk meminimalkan perubahan pH suatu larutan. Penyangga pH yang paling penting dalam darah adalah bikarbonat. Bikarbonat (suatu komponen basa) berada dalam kesetimbangan dengan karbondioksida (suatu komponen asam). Jika lebih banyak asam yang masuk ke dalam aliran darah, maka akan dihasilkan lebih banyak bikarbonat dan lebih sedikit karbondioksida. Jika lebih banyak basa yang masuk ke dalam aliran darah, maka akan dihasilkan lebih banyak karbondioksida dan lebih sedikit
bikarbonat.
3. Pembuangan karbondioksida.
Karbondioksida adalah hasil tambahan penting dari metabolisme oksigen dan terus menerus yang dihasilkan oleh sel. Darah membawa karbondioksida ke paru-paru dan di paru-paru karbondioksida tersebut dikeluarkan (dihembuskan) pusat pernafasan di otak mengatur jumlah karbondioksida yang dihembuskan dengan mengendalikan kecepatan dan kedalaman pernafasan. Jika pernafasan meningkat, kadar karbon dioksida darah menurun dan darah menjadi lebih basa. Jika pernafasan menurun, kadar karbondioksida darah meningkat dan darah menjadi lebih asam. Dengan mengatur kecepatan dan kedalaman pernafasan, maka pusat pernafasan dan paru-paru mampu mengatur pH darah menit demi menit. Adanya kelainan pada satu atau lebih mekanisme pengendalian ph tersebut, bias menyebabkan salah satu dari 2 kelainan utama dalam keseimbangan asam basa, yaitu
asidosis atau alkalosis.
Asidosis adalah suatu keadaan pada saat darah terlalu banyak mengandung asam (atau terlalu sedikit mengandung basa) dan sering menyebabkan menurunnya pH darah.
Alkalosis adalah suatu keadaan pada saat darah terlalu banyak mengandung basa (atau terlalu sedikit mengandung asam) dan kadang menyebabkan meningkatnya pH darah.
Asidosis dan alkalosis bukan merupakan suatu penyakit tetapi lebih merupakan suatu akibat dari sejumlah penyakit.
Terjadinya asidosis dan alkalosis merupakan petunjuk penting dari adanya masalah metabolism yang serius.
Asidosis dan alkalosis dikelompokkan menjadi metabolik atau respiratorik, tergantung kepada penyebab utamanya.
Asidosis metabolik dan alkalosis metabolik disebabkan oleh ketidakseimbangan dalam pembentukan dan pembuangan asam atau basa oleh ginjal. Asidosis respiratorik atau alkalosis respiratorik terutama disebabkan oleh penyakit paru-paru
atau kelainan pernafasan.
Asidosis Respiratorik
Defenisi :
Asidosis Respiratorik adalah keasaman darah yang berlebihan karena penumpukan karbondioksida dalam darah sebagai akibat dari fungsi paru-paru yang buruk atau pernafasan yang lambat. Kecepatan dan kedalaman pernafasan mengendalikan jumlah karbondioksida dalam darah. Dalam keadaan normal, jika terkumpul karbondioksida, pH darah akan turun dan darah menjadi asam. Tingginya kadar karbondioksida dalam darah merangsang otak yang mengatur pernafasan, sehingga pernafasan menjadi lebih cepat dan lebih dalam.
Penyebab :
Asidosis respiratorik terjadi jika paru-paru tidak dapat mengeluarkan karbondioksida secara adekuat. Hal ini dapat terjadi pada penyakit-penyakit berat yang mempengaruhi paru-paru, seperti:
1. Emfisema
2. Bronkitis kronis
3. Pneumonia berat
4. Edema pulmoner
5. Asma
Asidosis respiratorik dapat juga terjadi bila penyakit-penyakit dari saraf atau otot dada menyebabkan gangguan terhadap mekanisme pernafasan. Selain itu, seseorang dapat mengalami asidosis respiratorik akibat narkotika dan obat tidur yang kuat, yang menekan pernafasan.
Asidosis Metabolik
Defenisi :
Asidosis Metabolik adalah keasaman darah yang berlebihan, yang ditandai dengan rendahnya kadar bikarbonat dalam darah. Bila peningkatan keasaman melampaui sistem penyangga pH, darah akan benar-benar menjadi asam. Seiring dengan menurunnya pH darah, pernafasan menjadi lebih dalam dan lebih cepat sebagai usaha tubuh untuk menurunkan kelebihan asam dalam darah dengan cara menurunkan jumlah karbon dioksida. Pada akhirnya, ginjal juga berusaha mengkompensasi keadaan tersebut dengan cara mengeluarkan lebih banyak asam dalam air kemih. Tetapi kedua mekanisme tersebut bias terlampaui jika tubuh terus menerus menghasilkan terlalu banyak asam, sehingga terjadi asidosis berat dan berakhir dengan keadaan koma.
Penyebab :
Penyebab asidosis metabolik dapat dikelompokkan kedalam 3 kelompok utama:
1. Jumlah asam dalam tubuh dapat meningkat jika mengkonsumsi suatu asam atau suatu bahan yang diubah menjadi asam. Sebagian besar bahan yang menyebabkan asidosis bila dimakan dianggap beracun. Contohnya adalah metanol (alkohol kayu) dan zat anti beku (etilen glikol). Overdosis aspirin pun dapat menyebabkan asidosis metabolik.
2. Tubuh dapat menghasilkan asam yang lebih banyak melalui metabolisme. Tubuh dapat menghasilkan asam yang berlebihan sebagai suatu akibat dari beberapa penyakit; salah satu di antaranya adalah diabetes melitus tipe I. Jika diabetes tidak terkendali dengan baik, tubuh akan memecah lemak dan menghasilkan asam yang disebut keton. Asam yang berlebihan juga ditemukan pada syok stadium lanjut, dimana asam laktat dibentuk dari metabolisme gula.
3. Asidosis metabolik bisa terjadi jika ginjal tidak mampu untuk membuang asam dalam jumlah yang semestinya. Bahkan jumlah asam yang normal pun bisa menyebabkan asidosis jika ginjal tidak berfungsi secara normal. Kelainan fungsi ginjal ini dikenal sebagai asidosis tubulus renalis (ATR) atau rhenal tubular acidosis (RTA), yang bisa terjadi pada penderita gagal ginjal atau penderita kelainan yang mempengaruhi kemampuan ginjal untuk membuang asam.
Penyebab utama dari asidois metabolik:
1. Gagal ginjal
2. Asidosis tubulus renalis (kelainan bentuk ginjal)
3. Ketoasidosis diabetikum
4. Asidosis laktat (bertambahnya asam laktat)
5. Bahan beracun seperti etilen glikol, overdosis salisilat, metanol, paraldehid, asetazolamid atau amonium klorida
6. Kehilangan basa (misalnya bikarbonat) melalui saluran pencernaan karena diare, ileostomi atau kolostomi.
Alkalosis Respiratorik
Defenisi :
Alkalosis Respiratorik adalah suatu keadaan dimana darah menjadi basa karena pernafasan yang cepat dan dalam, sehingga menyebabkan kadar karbondioksida dalam darah menjadi rendah.
Penyebab :
Pernafasan yang cepat dan dalam disebut hiperventilasi, yang menyebabkan terlalu banyaknya jumlah karbondioksida yang dikeluarkan dari aliran darah. Penyebab hiperventilasi yang paling sering ditemukan adalah kecemasan.
Penyebab lain dari alkalosis respiratorik adalah:
1. Rasa nyeri
2. Sirosis hati
3. Kadar oksigen darah yang rendah
4. Demam
5. Overdosis aspirin.
Pengobatan :
Biasanya satu-satunya pengobatan yang dibutuhkan adalah memperlambat pernafasan. Jika penyebabnya adalah kecemasan, memperlambat pernafasan bisa meredakan penyakit ini. Jika penyebabnya adalah rasa nyeri, diberikan obat pereda nyeri. Menghembuskan nafas dalam kantung kertas (bukan kantung plastik) bisa membantu meningkatkan kadar karbondioksida setelah penderita menghirup kembali karbondioksida yang dihembuskannya. Pilihan lainnya adalah mengajarkan penderita untuk menahan nafasnya selama mungkin, kemudian menarik nafas dangkal dan menahan kembali nafasnya selama mungkin. Hal ini dilakukan berulang dalam satu rangkaian sebanyak 6-10 kali. Jika kadar karbondioksida meningkat, gejala hiperventilasi akan membaik, sehingga mengurangi kecemasan penderita dan menghentikan serangan alkalosis respiratorik.
Alkalosis Metabolik
Defenisi :Alkalosis Metabolik adalah suatu keadaan dimana darah dalam keadaan basa karena
tingginya kadar bikarbonat.
Penyebab :
Alkalosis metabolik terjadi jika tubuh kehilangan terlalu banyak asam. Sebagai contoh adalah kehilangan sejumlah asam lambung selama periode muntah yang berkepanjangan atau bila asam lambung disedot dengan selang lambung (seperti yang kadang-kadang dilakukan di rumah sakit, terutama setelah pembedahan perut). Pada kasus yang jarang, alkalosis metabolik terjadi pada seseorang yang mengkonsumsi terlalu banyak basa dari bahan-bahan seperti soda bikarbonat. Selain itu, alkalosis metabolik dapat terjadi bila kehilangan natrium atau kalium dalam jumlah yang banyak mempengaruhi kemampuan ginjal dalam mengendalikan keseimbangan asam basa darah.
Penyebab utama akalosis metabolik:
1. Penggunaan diuretik (tiazid, furosemid, asam etakrinat)
2. Kehilangan asam karena muntah atau pengosongan lambung
3. Kelenjar adrenal yang terlalu aktif (sindroma Cushing atau akibat penggunaan kortikosteroid).





MATERI 2
A.    Pengertian
Pada dasarnya keseimbangan asam basa mengacu kepada pengaturan ketat konsentrasi ion hydrogen (H­­+) bebas di dalam cairan tubuh. Secara umum keseimbangan asam basa digambarkan dalam reaksi dalam keseimbangan dalam berikut ini.
                                                CO2 + H2 O←H 2CO­3← H­­­­++ HCO3­­­­­-
Reaksi diatas bersifat reversible karena dapat berlangsung dalam dua arah,bergantung pada konsentrasi zat-zat yang terlibat.Saat kadar CO­­­2 dalam darah meningkat ,reaksi akan berpindah kesisi asam dan menghasilkan H+ serta menghasilkan HCO­­3­- . Sebaliknya,jika kadar CO2 dalam darah menurun ,reaksi tersebut akan berpindah ke sisi CO­2. Dalam proses ini,ion H+ dan HCO3- bereaksi membentuk H2CO3 yang dengan cepat berubah kembali menjadi CO3 dan H2O. Ketidakseimbangan asam basa terjadi bila perbandingan antara(HCO3-) dan (CO) tidak professional .Normalnya, perbandingan antara keduanya adalah 20/1 . Jika perbandingan tersebut berubah,akan terjadi ketidakseimbangan yang menimbulkan gangguan yang disebut asidosis dan alkalosis. Baik asidosis maupun alkalosis keduanya dipengaruhi oleh fungsi pernafasan dan metabolisme.Karena itu dikenal istilah asidosis respiratorik dan asidosis metabolik serta alkalosis respiratorik dan alkalosis metabolik.

Tabel 1.1 Kadar  pH ,PCO2 ,HCO yang diketahui pada keadaan asidosis dan alkalosis
Tingkat metabolic
Tingkat respiratorik
Asidosis
Alkalosis
Asidosis
Alkalosis
pH serum
<7,35
>7,45
<7,35
>7,45
pCO

Normal,mulai menurun sampai<40mmHg untuk keseimbangan
Normal,mulai naik sampai>40mmHg untuk keseimbangan
Meningkat diatas mmHg(karena retensi karbondioksida yang berlebihan)
Menurun sampai 40 mmHg(akibat banyak kehilangan karbondioksida)
HCO3
Menurun sampai dibawah 27 mEq/L
Meningkat sampai diatas 27 mEq/L
Normal,meningka t sampai lebih dari 27mEq/L untuk kompensasi
Normal,menurun sampai kurang dari 27 mEq/L untuk kompensasi
pH urine
<6,0
>6,0

Saat terjadi gangguan keseimbangan asam basa,tubuh akan berupaya memperbaikinya melalui suatu system regulasi sehat yang disebut kompensasi.Selain melalui system buffer, upaya kompensasi ini dilakukan melalui mekanisme pernafasan dan mekanisme ginjal.

B.     Asidosis Respiratorik
Asidosis respiratorik adalah gangguan keseimbangan asam-basa yang disebabkan oleh retensi CO2 akibat kondisi hiperkapnia. karena jumlah CO2 yang keluar melalui paru berkurang,terjadi peningkatan H2CO3 yang kemudian menyebabkan peningkatan (H+). Kondisi ini bisa disebabkan olleh banyak hal,diantaranya adalah penyakit paru,depresi pusat pernafasan,kerusakan saraf  atau otot yang menghambat kemampuan bernafas
. Sebagai upaya kompensasi,ginjal akan berupaya menahan bikarbonat untuk mengembalikan rasio asam karbonat dan bikarbonat yang normal. Akan tetapi,karena ginjal berespons relative lambat terhadap keseimbangan asam-basa,respons kompensasi tersebut mungkin akan membutuhkan waktu beberapa jam hingga beberapa hari sampai pH kembali normal.

         Tanda-tanda klinis asidosis respiratorik meliputi :
1.      Nafas dangkal,gangguan pernafasan yang menyebabkan hipoventilasi
2.      adanya  tanda-tanda depresi susunan saraf pusat,gangguan kesadaran dan disorientasi
3.      pH plasma < 7,35; pH urine<6
4.      PCO­­tinggi (>45 mmHg)


C. Asidosis Metabolik
Asidosis metabolik dikenal juga dengan istilah asidosis non respiratorik,mancakup semua jenis asidosis yang bukan disebabkan oleh kelebihan  CO2 dalam cairan tubuh. Pada Keadaan tidak terkompensasi,kondisi ini ditandai dengan penurunan HCO3­­­plasma,sedangkan kadar CO2 normal. Asidosis metabolik biasanya disebabkan oleh pengeluaran cairan kaya HCO3- secara berlebihan atau oleh penimbunan asam non karbonat. Kondisi tersebut merangsang pusat pernafasan untuk meningktkan frekuensi dan kedalaman nafas . Akibatnya,karbondioksida semakin banyak terbuang dan kadar asam karbonat menurun. Upaya ini meminimalkan perubahan pH.

Tanda dan gejala asidosis metabolik meliputi :
1.    Pernafasan kussmaul,yaitu pernafasan cepat dan dalam
2.    Kelelahan (malaise)
3.    Disorientasi
4.    Koma
5.    pH plasma < 3,5
6.    PCO2 normal atau rendah jika sudah terjadi kompensasi
7.    Kadar bikarbonat rendah (anak-anak < 20mEq/1,dewasa < 21mEq/1)
D. Alkalosis Respiratorik
Alkalosis respiratorik merupakan dampak utama pengeluaran COberlebih akibat hiperventilasi . Jika ventilasi paru meningkat,jumlah COyang dikeluarkan akan lebih besar daripada yang dihasilkan. Akibatnya,H­­2COyang terbentuk berkurang dan H­menurun. Kemungkinan penyebab alkalosis respiratorik adalah demam,kecemasan dan keracunan aspirin yang kesemuanya merangsang ventilasi yang berlebihan. Sebagai upaya kompensasi ginjal akan mengekresikan bikarbonat untuk mengembalikan pH kedalam rentang normal.
            Tanda dan gejala klinis alkalosis respiratorik meliputi :
1.  Penglihatan kabur
2.  Baal dan kesemutan pada ujung jari tangan dan kaki
3.  Kemampuan konsentrasi  terganggu
4.  Tetani ,kejang aritmia jantung (pada kasus yang gawat)
5.  pH>7,45



E. Alkalosis Metabolik
Alkalosis metabolik adalah penurunan (reduksi) H+ plasma yang disebabkan oleh defisiensi relatife asam-asam non karbonat. Pada kondisi ini,peningkatan HCO3- tidak diimbangi dengan peningkatan CO2 .Dalam keadaan tidak terkonpensansi,kadar HCO3- bisa berlipat ganda dan menyebabkan rasio alkalotik 40/1. Kondisi ini antara lain disebabkan oleh muntah yang teerus menerus dan ingesti obat-obat alkali. Sebagai upaya kompensasi,pusat pernafasan ditekan agar pernafasan menjadi pendek dan dangkal.
Akibatnya,karbondioksida menjadi tertahan dan kadar asam karbonat meningkat guna mengimbangi kelebihan bikarbonat.
            Tanda dan gejala kllinis alkalosis metabolik meliputi:
1.    Apatis
2.    Lemah
3.    Gangguan mental(misalnya:gelisah,bingung,letargi)
4.    Kram
5.    Pusing














Kesimpulan
Derajat keasaman merupakan suatu sifat kimia yang penting dari darah dan cairan tubuh lainnya. Keseimbangan asam basa mengacu kepada pengaturan ketat konsentrasi ion hydrogen (H­­+) bebas di dalam cairan tubuh. Baik asidosis maupun alkalosis keduanya dipengaruhi oleh fungsi pernafasan dan metabolisme. Oleh karena itu dikenal istilah asidosis respiratorik dan asidosis metabolik serta alkalosis respiratorik dan alkalosis metabolik. Asidosis respiratorik adalah gangguan keseimbangan asam-basa dimana keasaman darah yang berlebihan karena penumpukan karbondioksida akibat kondisi hiperkapnia.karena jumlah CO2 yang keluar melalui paru berkurang,terjadi peningkatan H2CO3 yang kemudian menyebabkan peningkatan (H+). Kondisi ini bisa disebabkan oleh banyak hal,diantaranya adalah penyakit paru,depresi pusat pernafasan,kerusakan saraf  atau otot yang menghambat kemampuan bernafas. Asidosis metabolik,dikenal juga dengan istilah asidosis non respiratorik,mancakup semua jenis asidosis yang bukan disebabkan oleh kelebihan  CO2 dalam cairan tubuh. Asidosis metabolik biasanya disebabkan oleh pengeluaran cairan kaya HCO3- secara berlebihan atau oleh penimbunan asam non karbonat.Kondisi tersebut merangsang pusat pernafasan untuk meningktkan frekuensi dan kedalaman nafas.
Alkalosis Respiratorik adalah suatu keadaan dimana darah menjadi basa karena pernafasan yang cepat dan dalam, sehingga menyebabkan kadar karbondioksida dalam darah menjadi rendah. Penyebabnya adalah pernafasan yang cepat dan dalam disebut hiperventilasi, yang menyebabkan terlalu banyaknya jumlah karbondioksida yang dikeluarkan dari aliran darah. Penyebab hiperventilasi yang paling sering ditemukan adalah kecemasan. Alkalosis Metabolik adalah suatu keadaan dimana darah dalam keadaan basa karena tingginya kadar bikarbonat. Penyebabnya seperti penggunaan diuretik (tiazid, furosemid, asam etakrinat),kehilangan asam karena muntah atau pengosongan lambung, kelenjar adrenal yang terlalu aktif (sindroma Cushing atau akibat penggunaan kortikosteroid).





REFERENSI
Anonim. http://www.jurnal.unsyiah.ac.id/JCD . Asam Basa (diakses pada tanggal 28 februari 2017)
Anonim http://www.docs-engine.com/pdf/1/Jurnal Kesetimbangan Asam dan Basa