Jumat, 10 Maret 2017

TUGAS IT


Selamat Tinggal Google Glass


KOMPAS.com - Kabar Mengejutkan datang dari Google. Kaca mata pintar buatannya, Glass, akan berhenti dijual pada 19 januari 2015. Proyek Glass juga dilepas dari divisi Google X yang selama ini mengembangkannya.

Selanjutnya, Glass akan berdiri sebagai divisi tersendiri dalam Google. Mantan eksekutif Apple Tony Fadell ditunjuk sebagai pengawas divisi tersebut. Sementara operasional harian tetap dikelola oleh Ivy Ross.




Sebagai bagian dari transisi ini, kami menutup explorer program sehingga dapat fokus pada rencana berikutnya. 19 januari akan jadi hari terakhir bagi Glass Explorer Edition, “ Tulis Google Glass dalam Akun G+ miliknya”.
“Sementara itu kami akan tetap mengembangkannya untuk masa depan. Anda akan mulai melihat Glass masa depan saat mereka sudah siap,”imbuhnya.

Dikutik KompasTekno dari Tech Crunch, Jumat (16/1/2015), para Developer yang sudah memiliki Glass bisa tetap tenang. Kacamata pintar seharga 1.500 dollar AS (sekitar Rp 18 Juta) itu masih bisa digunakan. Namun, piranti lunak di dalamnya tidak akan memperoleh kemuktahiran apapun.
Tak ada kepastian tentang kapan program google Glass tersebut dapat kembali dilanjutkan , atau kemungkinan perubahan yang bisa terjadi di masa mendatang.
Saat ini hanya ada desas-desus bahwa Google Glass versi terbaru akan meluncur pada akhir 2015. Kemungkinan pada ajang tahunan Google I/O.

Sumber : TechCrunch
Editor : Reza Wahyudi






TABEL PERKEMBANGAN JANIN DAN IBU HAMIL


Semua ibu pasti ingin janin yang dikandungnya selalu sehat. Salah satu indikator terbaik janin dalam keadaan sehat adalah dengan memperhatikan pertumbuhannya dalam kandungan, yaitu dengan melihat berat badan Ibu, dan berat serta tinggi badan janin.
Seberapapun kurus dan gemuknya badan Ibu sebelum memasuki masa kehamilan, umumnya berat badan ibu tetap harus bertambah saat hamil. Karena jika berat badan Ibu tidak bertambah sesuai rata-rata, dikhawatirkan asupan gizi yang diberikan kepada janin belum cukup. Oleh karena itu, sangat dianjurkan selama masa kehamilan Ibu mengkonsumsi makanan sehat dan menghindari pola diet ketat yang bertujuan menurunkan berat badan.
Pertumbuhan setiap janin berbeda satu dengan lainnya. Tapi, kini telah tersedia berat dan tinggi rata-rata yang dapat dipergunakan sebagai acuan untuk melihat apakah calon bayi Ibu tumbuh dengan sehat dalam kandungan.
Janin dengan berat normal sesuai usia kehamilan menandakan janin dalam keadaan sehat dan plasenta berfungsi dengan baik. Yang berarti bahwa masa kehamilan berjalan dengan lancer dan nutrisi ke janin dapat disalurkan tanpa hambatan.
Selain penambahan berat, bertambahnnya tinggi badan janin juga merupakan tanda janin berkembang baik dalam kandungan.

            Tabel berikut ini adalah angka rata-rata yang dapat digunakan sebagai acuan, sementara pada prakteknya masing-masing individual dapat memiliki hasil yang berbeda.






Tabel pertambahan berat badan ibu, pertambahan berat badan janin dan panjang janin sesuai dengan umur kehamilan.

Jumlah Minggu Kehamilan (Minggu)
Rata-Rata Berat Badan Janin
(Gr)
Rata-Rata Panjang Badan Janin
(Cm)
Rata-Rata Penambahan BB Ibu
(Kg)
8-9
9-10
1
4
4
4
0,5
0,7
10-11
11-12
10
15
6,5
6,5
0,9
1,1
12-13
13-14
20
50
9
9
1,4
1,7
14-15
15-16
85
100
12,5
12,5
2,0
2,3
16-17
17-18
110
180
16
16
2,7
3,0
18-19
19-20
210
300
20,5
20,5
3,4
3,8
20-21
21-22
325
400
25
25
4,3
4,7
22-23
23-24
485
550
27,5
27,5
5,1
5,5
24-25
25-26
685
750
30
30
5,9
6,4
26-27
27-28
890
1000
32,5
32,5
6,8
7,2
28-29
29-30
1150
1300
35
35
7,4
7,7
30-31
31-32
1460
1610
37,5
37,5
8,1
8,4
32-33
33-34
1810
2000
40
40
8,8
9,1
34-35
35-36
2250
2500
42,5
42,5
9,5
10,0
36-37
37-38
2690
2900
45
45
10,4
10,5
38-39
39-40
3050
3200
47,5
47,5
11,0
11,3
40-41
41-42
3300
3400
50
50

42-43
3450
52,5

43-44
3450
52,5






Referensi:

1.      Cunningham, et al 1985, Preterm and Postterm Pregnancy and In Appropriate Fetal Growth. William Obstetic, VII, 745

2.      Prof. Dr. Sarwono Prawirohardjo , 1981, Pengawasan Wanita Hamil. Ilmu Kebidanan, 11, hal. 125.

3.      Bagian OBSGYN Fakultas Kedokteran Padjajaran, Kehamilan, Obstetri Fisiology bab V, hal. 126.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar