Senin, 01 Mei 2017

Jaringan pelindung pada tumbuhan

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Sistem perlindungan pada tumbuhan berfungsi melindungi tubuh tumbuhan dari kerusakan mekanis atau infeksi patogen yang dapat merusak tubuh. Tumbuhan memiliki sistem perlindungan yang diperankan oleh beberapa jaringan untuk melindungi diri dari kerusakan mekanis dan infeksi. Jaringan epidermis dan jaringan gabus adalah dua jaringan yang berfungsi sebagai pelindung tubuh tumbuhan. Namun, keduanya akan memerankan fungsi lebih dari sekedar jaringan pelindung dikarenakan letaknya terdapat pada bagian luar atau bagian tepi tumbuhan.

1.2  Rumusan Masalah
1.    Apa saja yang menyusun jaringan pelindung pada tumbuhan?
2.    Apa fungsi dari masing-masing penyusunjaringan pelindung pada tumbuhan?

1.3  Tujuan
Untukmengetahui:
1.      Penyusun jaringan pelindung pada tumbuhan.
2.      Fungsi dari masing-masing penyusun jaringan pelindung pada tumbuhan.







BAB II
PEMBAHASAN


2.1.      Penyusun Jaringan Pelindung
Jaringan pelindung pada tumbuhan disusun oleh jaringan epidermis dan jaringan gabus. Kedua jaringan ini merupakan jaringan dewasa yang berkembang dari jaringan meristem. Jenis sel kedua jaringan ini berbeda, jaringan epidermis berasal dari protoderm sementara jaringan gabus berasal dari kambium gabus (parenkim).
2.1.1    Jaringan epidermis




Jaringan epidermis berkembang dari protoderm. Jaringan epidermis merupakan jaringan pelindung pertama pada tumbuhan dari akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji. Pada akar dan batang akan megalami pertumbuhan sekunder sehinga jaringan epidermis akan pecah dan digantikan oleh jaringan gabus. Jaringan epidermis tersusun atas selapis sel yang tersusun rapat. Dinding selnya dapat mengalami penebalan, seperti pada epidermis permukaan daun yang mengalami penebalan oleh kutikula yang berperan untuk melindungi dari penguapan air yang dapat menghilangkan air dari dalam tubuh tumbuhan. Jaringan epidermis mengalami modifikasi bentuk dan fungsi, yaitu:
2.1.1.1 Stomata





Stomata merupakan modifikasi epidermis yang umumnya terletak pada epidermis bawah daun. Stomata dikenal juga sebagai mulut daun berperan sebagai tempat pertukaran gas pada tumbuhan. Stomata disusun oleh sel penjaga yang mengatur buka – tutup pada stomata yang dipengarui oleh beberapa faktor seperti konsentrasi air, ion kalium, dan lainnya.

2.1.1.2 Lentisel



Seperti halnya stomata, lentisel berperan sebagai tempat pertukaran gas hanya saja lentisel terletak di epidermis batang. Lentisel terbentuk dari lapisan epidermis yang pecah akibat batang yang mengalami pertumbuhan sekunder.
2.1.1.3 Trikomata


Trikomata ialah rambut – rambut halus yang muncul pada lapisan epidermis. Trikomata merupakan modifikasi sel epidermis yang berbentuk memanjang. Trikomata berperan sebagai sel sekret atau non sekret yang melindungi bagian tumbuhan.
2.1.1.4 Rambut akar



Merupakan modifikasi pada epidermis akar berupa penjuluran – penjuluran halus yang keluar dari jaringan epidermis akar. Berfungsi untuk memperluas wilayah penyerapan air dan hara mineral.


 2.1.2    Jaringan gabus
 Jaringan gabus berasal dari kambium gabus atau felogen yang juga disebut periderm. Ketika tumbuhan mengalami pertumbuhan sekunder (pada dikotil dan gymnospermae), maka diameter batang akan bertambah. Hal ini akan membuat jaringan epidermis yang berperan sebagai pelindung akan pecah akibat pertambahan diameter tersebut. Sementara tumbuhan memerlukan jaringan pelindung lain untuk menggantikan epidermis yang rusak tersebut. Maka dari itu, peranan jaringan ini adalah menggantikan epidermis ketika terjadi pertumbuhan sekunder. Kambium gabus merupakan sel – sel parenkim yang bersifat merismatis, sehingga mampu membentuk jaringan baru lagi ketika batang tumbuhan kian membesar. Susunan jaringan gabus sel – selnya rapat dan mengalami penebalan oleh zat suberin dan kutin yang tidak dapat ditembus oleh air. Kambium gabus terletak di luar korteks tepat dibawah epidermis.
Jaringan gabus dibedakan menjadi dua macam berdasarkan arah tumbuhnya yaitu:

2.1.2.1 Feloderm
Adalah bagian felogen yang arah tumbuhnya ke arah dalam.
2.1.2.2 Felem
Adalah felogen yang arah tumbuhnya ke arah luar yang menggantikan epidermis.

 

 

 

2.2.      Fungsi Jaringan Pelindung (Jaringan Gabus & Epidermis)

Fungsi jaringan pelindung antara lain sebagai berikut:
2.2.1    Sebagai pelindung
Jaringan pelindung yang tersusun atas epidermis dan jaringan gabus berperan sebagai pelindung yang melindungi jaringan tumbuhan yang ada di bawahnya. Jaringan ini terletak paling luar pada bagian tubuh tumbuhan yang membatasi tubuh dengan lingkungan. Peranan perlindungan dari kedua jaringan ini ialah sebagai pelindung dari kerusakan mekanis yang dapat mengelupas bagian kulit tubuh tumbuhan. Dengan adanya jaringan pelindung maka bagian dalam tumbuhan dapat terlindungi. Selain itu, jaringan pelindung yang juga merupakan bagian kulit tubuh tumbuhan berperan melindungi dari infeksi patogen seperti jamur, virus, atau bakteri yang dapat menyebabkan penyakit serta kematian pada tumbuhan. Karena susunan jaringan pelindung ini rapat maka patogen sulit untuk menembus jaringan ini. Tumbuhan akan mensekresikan getah yang mengandung asam traumalin jika kulit tergores sehingga menyebabkan jaringan terbuka. Getah tersebut akan melidungi pada bagian yang luka untuk melindungi dari serangan patogen yang mungkin akan masuk.
2.2.2    Sebagai pintu keluar masuknya zat
Selain berperan sebagai pelindung, jaringan pelindung ini juga berperan sebagai pintu keluar dan masuknya zat dari dan ke dalam tubuh tumbuhan. Pada batang terdapat lentisel yang berperan sebagai pintu keluar masuknya gas oksigen dan karbondioksida. Sementara di daun terdapat stomata yang terdapat pada jaringan epidermis bawah daun. Stomata merupakan tempat pertukaran gas oksigen dan karbondioksida, selain itu juga sebagai tempat penguapan air. Pada jaringan pelindung di akar berperan sebagai tempat masuknya air dan hara mineral yang akan diangkut oleh jaringan pengangkut tumbuhan.

2.2.3    Penghasil getah
Jaringan pelindung pada beberapa tumbuhan mengalami modifikasi menjadi sel – sel rambut yang menghasilkan sekret berupa getah atau senyawa yang berperan sebagai perlindungan diri.
            2.2.4    Penyimpanan cadangan air
Sel-sel jaringan epidermis juga memiliki protoplasma yang pipih dan besar. Hal ini bisa dijadikan sebagai salah satu tempat penyimpanan cadangan air bagi tumbuhan. Saat musim kemarau tiba dan kadar air di tanah sudah tidak mencukupi, air-air yang tersimpan di dalam protoplasma jaringan epidermis akan diambil dan diangkut ke daun untuk diproses melalui fotosintesis.

2.2.5    Mencegah Penguapan

Untuk lapisan yang mengalami penebalan oleh zat suberin sangat berarti dalam menjalankan fungsinya sebagai pelindung, yang terutama dari penguapan. Kehilangan air melalui penguapan kerap terjadi pada tumbuhan akibat paparan matahari. Untuk karakter zat suberin “lilin” yang tembus air membuat air terperangkap di dalam tumbuhan, hal ini sangat menguntungkan bagi tumbuhan terutama tumbuhan yang hidup di daerah kering atau pada saat musim panas.





BAB III
PENUTUP


3.1  KESIMPULAN
Adapun kesimpulan dari makalah ini adalah
3.1.1    Jaringan pelindung pada tumbuhan disusun oleh jaringan epidermis dan jaringan gabus. Kedua jaringan ini merupakan jaringan dewasa yang berkembang dari jaringan meristem. Jenis sel kedua jaringan ini berbeda, jaringan epidermis berasal dari protoderm sementara jaringan gabus berasal dari kambium gabus (parenkim).
3.1.2    Fungsi jaringan pelindung antara lain sebagai berikut:
            3.1.2.1 Sebagai pelindung
            3.1.2.2 Sebagai pintu keluar masuknya zat
            3.1.2.3 Penghasil getah

3.2  SARAN
Penulis menyadari makalah ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangatlah penulis harapkan demi perbaikan makalah ini. Dan semoga makalah ini dapat menjadi khazanah pengetahuan khususnya bagi penulis dan juga kita semua.










DAFTAR PUSTAKA

Campbell, N. A. 2005. Biologi.Jakarta :Erlangga.
Fahn, A. 1991.AnatomiTumbuhanEdisiKetiga. Yogyakarta : UGM  Press.
Hidayat, E. B. 1995. AnatomiTumbuhanBerbiji. Bandung : ITB.
Iserep, S. 1993. StrukturdanPerkembanganTumbuhan. Bandung : ITB
Loveless, A. R. 1987.Prinsip-PrinsipBiologiTumbuhanUntuk Daerah TropikJilid
I.  Jakarta : PT GramediaUtama.
Sutrian, Y. 2004. PengantarAnatomiTumbuhanTentangSeldanJaringan. Jakarta :PT RinekaCipta.
Anonim. 2012. Struktur dan fungsi Jaringan Tumbuhan. http://perpustakaancyber. blogspot.co.id/2012/11/struktur-dan-fungsi-jaringan-pelindung.html, diakses pada tanggal 9 Maret 2017.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar